Tags

 

Magellan's Cross

Magellan Cross terletak tak jauh dari Basilica del Santo Nino dan sebenarnya masih satu area dengan gereja. Untuk ke Magellan Cross, pengunjung harus keluar dari area dalam gereja. Cukup mudah ditemukan dan seandainya bingung kita bisa bertanya langsung ke security. Salah satu kemudahan di Cebu atau Phillipina adalah penduduknya relatif bisa berbahasa Inggris sehingga komunikasi bukan menjadi masalah utama jika berkunjung ke daerah ini walaupun dalam kesehariannya penduduk setempat menggunakan bahasa Cebuano atau Tagalog.

Magellan Cross adalah salib berukuran besar dengan tinggi sekitar 3 meter dan lebar 2 meter, terbuat dari kayu Tindalo ditancapkan oleh Ferdinand Magellan pada 21 April 1521 di Cebu. Salib ini terpancang di atas batu marmer berbentuk segi delapan yang tingginya sekitar 1,8 meter. Terletak dalam sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang pada tiap sisinya terdapat pintu. Di dalam bangunan, langit-langitnya dihiasi oleh lukisan yang nuansanya sama lukisan pada langit-langit gereja Santo Nino. Magellan Cross berhadap-hadapan dengan City Hall dan pada saat saya berkunjung dari delapan pintu tersebut hanya 3 pintu yang menghadap City Hall yang terbuka sedangkan yang lainnya dalam keadaan tertutup. Di sekitar Magellan Cross banyak ditemui pada penjaja souvenir yang menawarkan dagangannya pada para pengunjung. Selain itu terdapat pula beberapa kios souvenir dengan aneka ragama souvenir yang lebih bervariasi dan lengkap.

Fort San Pedro adalah tempat bernilai sejarah lain yang sempat saya kunjungi yang letaknya tak jauh dari Basilica del Santo Nino. Kondisi benteng ini terkesan kurang terawat. Bagian bawah benteng bisa dijumpai satu-dua toko souvenir. Sedangkan lantai atasnya terdapat beberapa ruangan yang menyimpan keramik-keramik kuno dan juga beberapa photo yang mengisahkan proses pengambilan keramik kuno tersebut oleh team Natinal Geographic.

Fort San Pedro

Selain sebagai tempat kunjungan wisata sejarah, Fort San Pedro juga ternyata favorit bagi muda-mudi. Di tempat-tempat tertentu terutama di pojok dan tempat sepi banyak pasangan yang pada pacaran. Jadi inget Taman Ria Senayan jaman dulu. Selera muda-mudi orang Indonesia dan Pilipino ternyata sama. Sama-sama suka pacaran di tempat umum!

 Tempat wisata lain seperti Tao Temple, Mountain View dan wisata pantai karena keterbatasan waktu, saya tidak sempat berkunjung ke sana sehingga tidak bisa bercerita banyak. (bersambung…..click here)

 

Mactan-Cebu, 5 Februari 2008

Artikel sebelumnya: ANTRIAN DI BASILICA SANTO NINO