Tags

 

Marcelo Fernan Bridge

Cebu adalah sebuah pulau dengan 45 menit perjalanan udara dari Manila. Letak daerahnya yang berdekatan dengan laut, pantai yang indah, daerah reklamasi, kontur tanah yang berbukit dan membagi Cebu menjadi daerah tinggi dan daerah rendah, temperature udara sekitar 30 derajat, membuat saya tak merasa asing. Ditambah lagi, paras wajah orang Cebu yang sangat mirip dengan orang Indonesia. Satu-satunya yang membedakan adalah bahasa.

Untuk menuju Cebu bisa menempuh rute Jakarta – Singapura – Cebu atau Jakarta – Manila – Cebu dengan maskapai Cebu Pacific. Saya menginap di sebuah hotel di ML Quezon Highway, Mactan – Lapu-Lapu. Lapu-Lapu City sebenarnya berada di pulau tersendiri, yaitu Mactan Island sedangkan Cebu City terletak pada pulau lain. Jika ingin ke Cebu, maka harus ke Lapu-Lapu City dahulu karena Mactan International Airport berada di Lapu-Lapu City. Lapu-Lapu dan Cebu City dihubungkan oleh 2 jembatan, yang bernama Mandaue – Mactan Bridge dan Marcelo Fernan Bridge. Luas wilayah Cebu 291,2 km2 dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa.

Menyusuri Cebu ibarat menyusuri rekam jejak sejarah masa lalu. Selain memiliki objek wisata pantai yang indah, Cebu juga memiliki objek wisata sejarah terutama dengan yang terkait dengan pengaruh Spanyol dan si penjelajah, Ferdinand Magellan.

Saya berada di Cebu selama 7 hari dan selain disibukkan oleh tugas kantor, kesempatan ini saya juga gunakan untuk jalan-jalan dan menemukan hal-hal baru yang mungkin tak saya temukan di Indonesia. (bersambung…..click here)

 

Mactan-Cebu, 3 Februari 2008