Tags

,

8 jam perjalanan memang bukan waktu yang singkat, namun saya mencoba menikmati perjalanan dengan pesawat British Airways yang membawa kami dari Bandara Dulles,Washington DC menuju London. Menikmati makanan yang disajikan di pesawat (dengan pesan special ke pramugarinya, “no pork, please..”) atau menikmati entertainment lewat monitor TV di hadapan saya. Walaupun fasilitas entertainment (film, music, hand set, monitor tv) British Airways masih kalah jauh dibandingkan dengan Singapore Airlines, saya cukup enjoy karena pada menu musik ada album Just Go – Lionel Richie yang semua lagu-lagunya OK punya. Sepanjang perjalanan saya lebih banyak mendengarkan musik daripada menonton film. 2 album musik yang saya putar adalah album History-nya Michael Jackson (one of my favorite album) dan Just Go-nya Lionel Richie. Sebenarnya, saat perjalanan dari London – Washington DC dengan menggunakan British Airways juga, saya telah memutar album Lionel Richie ini. Cuma saking tergila-gilanya ama tuh album, saya mendengarkan lagi album itu dalam perjalanan Washington DC – London.

Tujuan Utama

Setelah puas dengan makanan, tidur, atau menikmati musik, akhirnya Sabtu, 31 October 2009, pesawat British Airways mendarat dengan selamat di Bandara Heathrow, London. Sejatinya, saya dan teman saya, Stephanus, di London hanya untuk keperluan transit selama 2 hari karena boss saya, yang bersama kami terbang dari Washington DC, adalah orang British dan ingin menemui keluarganya di London. Tony Xantheas ternyata sudah menunggu menjemput kami bertiga. Tony Xantheas adalah Sales Director dari sebuah perusahaan veneer yaitu bahan baku untuk keperluan furniture dan sudah lama menjadi supplier di perusahaan tempat saya bekerja. Dilihat dari namanya, Tony memang tidak asli Inggris. Ia memang berdarah Yunani. Kakeknya yang orang Yunani berimigrasi dan menetap di Inggris hingga kemudian menjadi warga negara Inggris. Setelah ber-say hello sejenak, kami segera menuju mobil Tony. Ya, harus segera, karena jadwal kami Sabtu itu sangat padat dan ada acara penting yang tidak boleh terlewat.

Mobil meluncur cepat keluar dari Heathrow menuju London. Saking cepatnya, badan saya sampai terguncang-guncang ke kiri dan kanan saat mobil BMW yang dikemudikan Tony berbelok. “Nih orang punya bakat jadi pembalap kali ye”, pikir saya. Tujuan pertama adalah kantor Tony karena kami harus mengecek dan memilih veneer yang akan dibeli untuk segera dikirim ke Indonesia. Sekitar 2 jam kami berada di Reliance Veneer, kantor Tony. Setelah memilah dan memilih veneer serta bernegosiasi dibarengi dengan tawar-menawar harga dengan jurus tawar harga Pasar Johar, kami segera bergegas. Tujuan ke-2 adalah makan siang.

Tony membawa kami makan siang di restoran kecil dengan menu tradisional Inggris. Saya lupa nama menunya, tapi yang jelas saya disuguhi piring yang isinya 1 ekor ikan besar plus french fries. Setelah menyantap dengan lahap ikan yang dihidangkan (sayangnya tanpa nasi. Dasar orang Indonesia, nggak afdol kalo nggak ketemu nasi!), kami bertiga bergegas menuju tujuan selanjutnya, hotel. Saya dan teman saya menginap di Hotel Ibis di Earls Court, Central London. Saat menuju hotel, Tony yang hampir tak pernah lepas dari Black Berry-nya mendapat telepon yang menginformasikan kalau Tottenham Hotspur tertinggal 0-3 dari Arsenal di babak pertama. Berita yang membuat Tony sebal bukan kepalang. Maklum ia memang fans beratnya Spurs. Ajaibnya, Tony pake kesasar segala saat mencari hotel ini. Setelah berputar-putar dan tanya sana-sini (heran juga saya, nih orang di kota sendiri kok sampe nyasar?!?), akhirnya Hotel Ibis ditemukan. Sampai di kamar hotel, saya ingin sekali mandi. Walaupun tidak berkeringat (suhu di Washington dan London saat itu sekitar 10 celcius), saya merasa akan lebih segar kalau mandi. Tapi apa boleh buat, waktunya terlalu mepet. Bisa-bisa kami terlambat kalo pake acara mandi segala. Kami harus segera bergegas menuju tujuan ke-4, Craven Cottage Stadium. Sore itu kami akan menonton pertandingan Fulham vs Liverpool!

(bersambung)….cerita selanjutnya klik di sini

photo-photo Fulham vs Liverpool lainnya….klik di sini

Banyumanik, 3 Januari 2010