Logo

Banyak sekali wingko yang dijajakan di Semarang. Apalagi merk atau gambar kereta api. Lalu yang mana wingko yang “asli”? Jawabannya adalah Wingko Babad Cap Kereta Api yang hanya dijual di Jalan Cendrawasih 14, Semarang.

Pertama kali mendengar kata wingko babad, saya kira babad yang dimaksud adalah babat daging sapi. Setelah saya tahu wingko itu seperti apa, timbul pertanyaan apa maksud dari kata babad. Ternyata Babad adalah nama kota kecil di Jawa Timur, tempat lahir Ny. Mulyono, istri dari orang yang pertama kali mempopulerkan wingko di Semarang, yaitu D. Mulyono.

Sejak D. Mulyono pindah ke Semarang tahun 1946, ia memulai menjajakan wingko yang berasal dari resep keluarganya di Stasiun Kereta Api Tawang, Semarang sebagai oleh-oleh yang dibawa oleh para penumpang kereta api. Agar wingkonya lebih dikenal dan gampang diingat, D. Mulyono menamakan wingkonya dengan merk Wingko Babad Cap Kereta Api, tempat dimana ia menjajakan wingkonya. Selain merk, kemasan wingko juga diberi logo gambar kereta api yang gambarnya diambil dari gambar sampul buku saran yang ada di gerbong restorasi.

Sejak awal wingko sudah dibuat di tempatnya yang sekarang. Dulu bernama Jalan Osterwal Straat 14. Lalu jalan ini berganti nama menjadi Purwadinatan Timur 14 dan terakhir berganti nama lagi menjadi Jalan Cendrawasih 14, Semarang.

Wingko Babad Cap Kereta Api tidak menggunakan bahan pengawet, gula buatan, dan penguat rasa essence. Demi kepraktisan, wingko babad dijual dalam kemasan kecil untuk sekali santap berbeda dengan wingko di kota Babad yang dijual dalam ukuran besar. Bersama lumpia dan bandeng presto, wingko adalah oleh-oleh khas Semarang. Dibandingkan dengan wingko lain yang dijual di Semarang, harga Wingko Babad Cap Kereta Api memang  relatif lebih mahal.

Banyumanik, 11 Agustus 2009

WINGKO BABAD CAP KERETA API
Alamat Jalan Cendrawasih 14, Bubakan

Semarang

Telp: (024) 3542064

Waktu Buka Setiap hari
Jam Buka 07.00 – 18.00 WIB
Tempat & Kenyamanan ***
Pelayanan ***
Kebersihan ****
Rasa ****